21 October 2006
I Like You
28 April 2006
Blue and White

Nudity: We are Human, unlike Animals!

"Yeeeyyyy.... jangan itunya donks yang diliat.... !
Ternyatah.. makan buah sambil jungkir balik gini enuak juuga...nyem nyem nyem nyem"
(Pic taken from our Bali Trip-Dec 2004)

"Aduw darlink..aku tau kamu pembersih,
tapi...suweer dech, bagian itu udah nggak berkutu..!"
(Pic taken from our trip to Bali-Dec 2004)

"Krok ...ribbit...krok...ribbit...eng...belahan jiwa gue maaaana yach..
Sepi dan dingin banget malam ini tanpa dirimu...krok..ribbit..krok..ribbit...
krok..ribbit...mana nggak ada makanan lagi nih...ribbit..krok..ribbit..."
(Pic taken from my garden at Lippo)
Cinta Usia Lanjut

Cinta usia lanjut? Ya, betul…! Memelihara cinta hingga usia lanjut…penting itu…! Apalagi dalam kehidupan berumah tangga. Jika datang ke acara pernikahan, salah satu ucapan umum yang sering kita dengar yang diberikan oleh undangan kepada kedua mempelai yaitu “Semoga awet sampai kakek nenek”. Hm… kira-kira pernah terpikir nggak sama orang-orang kalau ternyata doa tersebut benar-benar dikabulkan? Seandainya sepasang suami isteri diberi usia panjang hingga di atas usia 70 tahun…lalu…apakah masih ada rasa cinta itu?
Sekitar 2 tahun yang lalu ayahku (73) terkena serangan stroke ringan dan membuatnya harus opname selama 9 hari dan sakit hingga hampir 2 bulan. Sejak serangan stroke tersebut, kesehatan ayahku merosot drastis. Sebelumnya, walau sudah berusia 70an, beliau masih sering diminta memimpin do’a atau wejangan dalam setiap pertemuan/forum dari berbagai acara…tapi sekarang kemampuan fisik, EQ, IQ dan SQ, nyaris dalam segala hal merosot drastis Sudah tidak bisa menonton televisi, tidak tahan suara iklan yang bising, tidak bisa lama-lama membaca koran, tidak bisa pergi sendiri ke masjid untuk sholat Jum’at. Namun ada juga beberapa pekerjaan rumah tangga yang bisa dan beliau senang mengerjakannya, yaitu mencuci baju dan menyapu halaman. Ayahku juga emosinya mudah meledak, daya kecap untuk makan juga sudah menurun jadi jarang bisa menikmati makanan dengan enak …dan yang agak merepotkan yaitu……kata-katanya…sama sekali sudah tidak bisa dipegang sama sekali. Hari ini bicara A, besok sudah bicara B, jam segini beliau ingin ini, jam segitu beliau ingin begitu…Kami semua tidak bisa bilang “tidak” kepada beliau. Sulit rasanya menghalangi keinginan beliau yang kadang terdengar aneh.
Sementara ibuku (73) masih tergolong sehat. Kalaupun sakit bukanlah sakit penyakit dalam, biasanya batuk dan masuk angin saja. Pikiran masih sangat waras, masih bisa mengajar kursus bahasa Inggris di rumah. Dalam usia lanjut ayahku dengan kondisi seperti sekarang ini, ibukulah orang nomor satu yang selalu membantu dan merawat ayahku. Dari mulai membuka mata dipagi hari hingga malam hari di saat ingin tidur. Ibuku menyiapkan makan untuk ayahku, memasakkan makanan untuk ayahku, merawat ayahku, dsb. Jika aku pulang kerumah orang tuaku, aku sering melihat wajah kelelahan ibuku. Aku sering merasa kasihan, karena beliau sering dimarahi oleh ayahku karena sesuatu yang sangat sepele. Aku sering memeluk Ibuku sambil menghibur dan menyabarkan beliau. Kadang-kadang ibuku stress juga, jika sudah mentok maka dia akan berkeluh kesah. Kalau sudah ‘ngedumel’ seperti itu, aku suka mengajaknya bergurau dan kadang aku bilang “Siapa bilang hidup awet sampai kakek nenek itu selalu enak?” hehehehe dan menghibur ibuku untuk bersabar dan banyak-banyak berdo’a untuk meminta kekuatan dalam merawat ayahku.
Ayah dan ibuku saling mencintai. Ayahku akan marah sekali jika ada orang yang menyepelekan ibuku dan beliau selalu siap untuk membela nama baik istrinya, seperti beberapa waktu lalu ada sedikit masalah dalam keluarga kami dan ayahku membela ibuku mati-matian (yang ini serius…karena ayahku-dengan usia sedemikian lanjut-pernah membawa-bawa parang keluar rumah untuk mencari orang yang telah menyinggung harga diri ibuku itu..yang tentu saja sangat mengerikan..untung dibantu tetangga ayahku kembali kerumah..tanpa seorang pun terluka..iih serreem…) Mungkin itu adalah bentuk cinta ayahku yang bisa kulihat saat ini. Cinta ibuku kepada ayahku pun tidak usah dipungkiri lagi, dengan penuh kasih saying merawat beliau..walalu sering juga merasa tidak sabar…
Teman, di sini aku hanya ingin menggambarkan bahwa memelihara cinta itu hingga usia lanjut itu sangatlah penting. Jika tidak ada cinta, maka mustahil rasanya bisa merawat dengan tulus. Melihat pengalaman ibuku dalam merawat ayahku, maka aku sejak setahun belakangan selalu bilang “Semoga awet bahagia hingga kakek nenek” kepada pengantin setiap ke undangan…dengan ditambah kata “bahagia” setelah kata awet, maka aku berharap mereka bisa memelihara cinta hingga kakek nenek…karena jika sebuah hubungan yang awet saja itu tidak cukup…karena awet saja bisa menjadi awet kesel…awet bete nunggu pasangan nggak meninggal-meninggal…ya kan? hehehe…
Sekian

Golden Anniversary

Hwaaaahhh… akhirnyaaa…acara Pernikahan Emas bonyok gue selesai juga. Tanggal 8 April yang lalu orang tua gue ngadain syukuran Ulang Tahun ke 50 tahun Pernikahan mereka. Gilaa man….50 tahun! Hwiiiiiiihh.. bayangin deh…jarang-jarang loh…gue en suami gue kaya’nya nggak bakalan deh bisa ngalamin pernikahan emas… lha kami aja baru married di saat umur 34…kalau sampe pernikahan emas…berati kan 34 + 50…Kami umur 84 taun donk…! Pasti pada saat itu..kalaupun masih hidup…udah pikun marikun…sakit-sakitan..jalan tertatih-tatih..pandangan mata udah blur…bisa jadi malah cuma bisa tergeletak di ranjang…*sambil ngeri2 ngebayangin masa tua nanti* hehehe Sementara bokap dan nyokap gue usianya 73 jalan 74…nyokap masih sehat.. alhamdulillah.. J bokap gue udah hampir hampir pikun…
Alhamdulillah banget berkat kerja sama yang baik diantara anggota keluarga, kami semua seneng banget acara tersebut terlaksana dengan baik…setelah berbagai persiapan yang cukup merepotkan…seolah spt mo hajatan kawinan gadis en bujang ajah repotnya… orang tua gue juga keliatan hepiiii deeh… soalnya hampir semua yang diundang datang…saudara jauh, teman2 lama ortu, teman baru…dll… Walaupun acaranya sederhana dan diadakan di rumah aja, tapi bisa dibilang relatif sukses…catering, undangan, acara, tenda dan kursi, dll…
Pas hari H, sekitar 15 menit sebelum acara dimulai, tamu-tamu udah pada datang ajah…terutama para tetangga…maklumlah komplek tentara…kebiasaan tertib kalee… Jam 11 lewat 10 acara dimulai. Yang jadi MC kakak gue, anak nomor 4, mbak Rini. Yang ngasih sambutan sepupu gue mas Miftah, yang baca do’a abang gue, mas Wied. Abang gue baca do’a nya bagus banget, kaya’ puisi2 gitu…hihihi.. abis itu disambung dengan acara sungkeman ke kedua ortu….wiiih.. mengharukan…sampe pada menitikkan air mata… Sesudah itu tamu-tamu pada ngucapin selamat ke ortu gue…sambil diisi musik irama latin oleh pengisi acara-yang nama groupnya gue lupa maap aje yeeeh…hehehe.:p Jam 13:30 an tamu-tamu pada pulang…apalagi karena hujan turun sebentar sekitar 30 menitan…setelah hujan brenti baru tamu-tamu pada berdatangan lagi…
Kehidupan memang up and down yeeh…habis terang..terbitlah gelap..setelah kegembiraan muncul ketidakgembiraan…selang sekitar seminggu kemudian…nyokap gue telpon …dia bilang langit2 kamar mandi jebol! Hweeek…man…banjir local di rumah ortu gueh! …trus ada lagi yang bikin ortu gue sedih juga…nyokap gue baru nyadar kalau beberapa perhiasan emasnya yang tinggal mong-mong-an (baca: segitu-segitunya) raib! Beberapa liontin dan cincin udah nggak ada ditempatnya…ditengarai ilang saat acara pernikahan emas itu…karena kamar nyokap gue rame banget orang mondar-mandir..ada yang pada ganti baju, pada dandan, pada tidur2an dlsb…dan …off course…sebagey seorang wanita yang berumur 73 tahun…jadi kurang titi teliti dalam nyimpan barang…
Anyway…kami sekeluarga pasrahkan diri aja sama Yang Maha Kuasa…kami harus mau nerima berbagai macam cobaan…jadi nggak boleh yang senang-senang aja yang kita bersedia nerima…yang pait pun harus ditelan… toh?
Di bawah ini pic tenda doang...ahiaieiahie sama di bawahnya pic sama neneknya suami gue... dan di atas pic jadul pernikahan ortu gue 50 tahun yang lalu... Sementara pic2 ini aja yang bisa gue kasih liat, soalnya ini pake kamera gue sendiri.. bukan pic dari seksi dokumentasi waktu acara itu. :)


27 April 2006
Anomaly

During our lifetime, sometimes we face some unexpected situation or condition that we can call it as an "anomaly". It force us to believe that such things could happen. The problem is, are we ready for those? How should we react? How strong are we to face unwanted situation? Do we know what is our deepest strength?
This picture shows us Bananas can grow from inside of Jackfruits.(I don't know whether this picture is real or just a tricky picture) From this picture, we are headed to a tough question........what if in our normal life then suddenly 'strange thing' happened? how should we react? what should I do? what will you do?
to be continued-
26 April 2006
Under Construction
So my dear blog visitors, thank you for stopping by on this blog. I highly appreciate your patience because this blog is still under construction…hope you will see some more worth-to-read-postings in this blog in the near future.
Cheers!